Laga Pembuktian Timnas U-19

By
Updated: Jumat, 23/05/14 06:41

Timnas Indonesia U-19 kembali mengasah kemampuannya pada laga uji coba internasional. Timnas Yaman U-19 yang akan dihadapi Evan Dimas cs di Maguwoharjo International Stadium (MIS), Sleman, Jumat (23/5) malam jelas menjadi lawan tak ringan.

Hasil tanpa kemenangan dari dua laga latih tanding sebelumnya melawan Myanmar U-19 menjadi pekerjaan rumah yang akan berusaha diperbaiki pada pertandingan nanti.

“Penyelesaian akhir dan organisasi permainan adalah target yang harus kami perbaiki. Itu terlihat dalam laga besok,” jelas pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, Kamis (22/5).

Sejak memulai kembali pemusatan latihan di Yogyakarta, kedua hal tersebut yang selalu dilatih dan diasah Indra Sjafri. Menurutnya, penyelesaian akhir yang buruk serta lemahnya organiassi permainan saat melawna Myanmar membuat skuad berjuluk Garuda Jaya itu tampil tak maksimal.

“Kekalahan terakhir dari sisi hasil memang buruk, tapi memberi motivasi tambahan ke pemain. Kami bersyukur recovery mental pasca kekalahan berlangsung cepat dan sepertinya pemain sudah gatal ingin kembali bertanding,” papar pelatih asal Padang itu.

Menjelang laga uji coba ke-22 itu, Indra tidak terlalu banyak mengubah skema 4-3-3 yang selama ini diterapkannya. Bek Putu Gede Juniantara yang sempat berlatih terpisah karena cedera sebisa mungkin diturunkan. Namun, untuk tiga pemain lainnya seperti Yabes Roni Malaifani, Eriyanto dan Dimas Drajad kemungkinan besar tidak akan diturunkannya karena cedera yang belum pulih.

“Kondisi terakhir Putu Gede sudah ikut latihan, tapi masih menjalani proses pemulihan,” imbuhnya.

Soal calon lawan, Indra mengaku Yaman memiliki kualitas baik. Dia bersama anggota tim pelatih sudah mempelajari materi pertandingan tim tersebut saat di kualifikasi Piala Asia. Tergabung di Grup A, Yaman menjadi runner-up di bawah juara grup Uni Emirat Arab (UEA).

“Jelas ini memberi tantangan bagi kami sebagai ukuran dan evaluasi nantinya,” ungkap dia.

Yaman U-19 membawa 20 pemain dalam lawatannya kali ini. Sang arsitek, Ahmed Ali mengaku bangga bisa melawan tim tuan rumah dalam dua kali uji coba. Indonesia U-19 dianggapnya punya kemampuan satu tingkat di atas pemain Yaman, apalagi setelah tim ini mengalahkan UEA di uji coba sebelumnya.

“Kami penasaran dan kagum melihat Timnas Indonesia. Ingin belajar strategi dari mereka karena mampu mengalahkan UEA. Hasil pertandingan nanti pun bisa kami bawa pulang untuk diceritakan ke rekan-rekan di sana (Yaman),” sambung Ahmed Ali.

Comment