Arema Krisis, Timnas U-23 Enggan Meremehkan

By
Updated: Sabtu, 12/07/14 08:51

Arema Indonesia akan menjajal Timnas Indonesia U-23 dalam laga ujicoba di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (12/7) malam ini. Kondisi tim berjuluk Singo Edan sendiri mengalami krisis pemain di laga ini.

Ya, Arema hanya memiliki 15 pemain saja. Karena enam pemain dipanggil timnas senior dan U-23. Sedangkan dua pemain lain Ahmad Al Farizie dan Ahmad Bustomi masih belum pulih dari cedera lutut.

Kondisi itu membuat tim pelatih Arema menarik pemain dari tim U-21. Rencananya total ada empat pemain yang ditarik. Mereka adalah kiper Utam Rusdiana, bek Dwi Azhari, serta dua gelandang Oky Derry dan Iman Budi Hernandi.

”Karena Utam kan sudah dikontrak senior sebenarnya. Jadi kami minta bantuan tiga pemain dari U-21 sebenarnya,” kata asisten pelatih Arema, I Made Pasek Wijaya.

Namun demikian, Singo Edan tetap optimis bisa memberikan tontonan menarik. Sekalipun pemain yang diturunkan mayoritas pemain yang jarang dapat kesempatan main di kompetisi ISL.

”Mayoritas pemain yang jarang main pasti ingin membuktikan kualitasnya saat lawan timnas U-23. Karena tim pelatih juga memberikan penilaian. Kalau di pertandingan nanti main bagus, kesempatan main di kompetisi makin terbuka,” kata Made Pasek.

Sementara itu Asisten Pelatih Arema lainnya, Joko Susilo mengaku laga nanti akan berjalan menarik."Timnas U-23 tim yang kuat. Secara teknis dan fisik mereka setara dengan tim senior. Ini karena hampir seluruh pemainnya berlaga di ISL. Jadi, level permainan mereka bagus, termasuk pelatihnya," jelas Joko Susilo.

Oleh sebab itu, Joko Susilo mengatakan pihaknya harus terus mematangkan tim. Strategi bermain harus dimantapkan disamping kondisi fisik pemain.

Saat menghadapi Timnas U-23, besar kemungkinan Arema menurunkan pemain seperti Arif Suyono, Sunarto, Munhar, Gilang Ginarsa dan sampai I Made Kadek Wardana. Tiga pemain asing, Beto Goncalves, Thierry Gathuessi dan Gustavo Lopez akan diturunkan sebagai penyeimbang tim.

Sementara itu, Pelatih timnas U-23, Aji Santoso mengatakan tuan rumah adalah tim yang kuat. "Tanpa pemain inti, Arema tetap tim kuat," kata Aji Santoso.

Keyakinan itu disebutkan Aji karena melihat Arema punya komposisi pemain yang merata. Penggawa yang biasanya duduk di bangku cadangan punya kualitas hampir sama.

"Tak ada perbedaan yang mencolok antara pemain inti dan cadangan," tambah Aji.

“Hari Jumat kami memang sengaja tidak menggelar latihan. Pemain saya liburkan, agar fresh saat bertanding besok. Kami gelar latihan terakhir kemarin di lapangan ASIFA (Aji Santoso International Football Academy). Tak ada porsi khusus, hanya latihan ringan saja,” bebernya.

Ujicoba melawan Arema digelar sebagai penutup rangkaian pemusatan latihan (TC) di Malang, sebelum Timnas U-23 terbang ke Italia. Arema dipilih, karena dianggap sebagai cerminan tim dengan komposisi pemain yang lengkap.

Laga ini juga bakal kedatangan tamu istimewa. Ya,perwakilan klub Jepang, Jubilo Iwata bakal menyaksikan pertandingan itu.

”Perwakilan J-League dan Jubilo datang untuk melihat atmosfer sepakbola Indonesia. Kami akan tunjukkan mereka seperti apa Arema, Timnas dan juga aksi Aremania pastinya. Selain itu, mereka juga melihat pemain yang potensial untuk direkrut ke Jepang,” kata Media Officer Arema, Sudarmaji.

Sebelumnya, perwakilan Jubilo Iwata yang terdiri dari Yoshiro Takahira (Presiden Klub), Gaku Nagayoshi (Business Planning Division) dan Toshihiro Hattori (Assistant Team Director) mengunjungi kantor PT LIGA Indonesia di Jakarta, Kamis (10/7). Mereka datang ke Indonesia karena memiliki rencana pemusatan latihan tim Jubilo Iwata ke Indonesia.

Setelah di Malang, mereka akan melihat latihan Timnas U-19 dan terakhir melihat Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, sebelum kembali ke Jepang, 13 Juli 2014. Rencananya Jubilo diarahkan untuk menggelar pemusatan latihan di Karawaci atau di Malang pada awal tah

Comment