Forum Asprov PSSI Nyatakan Sikap Tegas

By
Updated: Senin, 05/01/15 18:55
Forum Asprov PSSI Nyatakan Sikap Tegas

Dianggap bisa merusak harmonisasi organisasi PSSI dengan pembentukan tim 9, Forum Asprov PSSI minta kepada Presiden agar Menpora diganti. Hal tersebut dikatakan Koordinator Forum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI, Gusti Randa, yang didamping 9 perwakilan Asprov lainnya, yang mengatakan bahwa pihaknya sudah resah dan gelisah, bahkan tidak nyaman dengan tindakan Menpora kepada dunia sepakbola Indonesia.

"Langkah-langkah yang diambil Menpora sangat tidak tepat, dan kami sebagai anggota PSSI yang tergabung dalam Forum Asprov akan meminta kepada Presiden RI, Joko Widodo, Komisi X DPR RI untuk mengevaluasi kapabilitas Imam dan segera menggantinya jauh hari sebelum  pelaksanaan SEA Games 2015 dan Asian Games 2018," kata Gusti, saat jumpa wartawan di Kantor PSSI Jakarta, Senayan, Senin (5/1).

Selain itu, Gusti juga menilai Menpora Imam Nahrawi telah mengeluarkan pernyataan yang provokatif serta diskriminatif akibat minimnya pengetahuan, wawasan, pengalamannya terhadap sepak bola, dan tentang komentar rencana pembekuan PSSI tanpa mengetahui arti dan dampak pembekuan bagi sepak bola Indonesia.

"Ini sikap yang berlebihan dan terburu-buru dari Menpora, ditambah dengan pembentukan Tim Sembilan. Ini merupakan langkah mundur bagi organisasi PSSI dan sepakbola itu sendiri. Apalagi Menpora juga tidak memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan dan kemajuan olahraga, khususnya sepakbola," jelasnya.

Forum Asprov juga menegaskan mosi tidak percaya terhadap Menpora, karena selama menjabat tidak memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan dan kemajuan olah raga, khususnya sepakbola, serta tidak berkonsultasi kepada KONI dan KOI sebagai induk organisasi olahraga Indonesia.

"Jelas kami menentang pembentukan tim 9 dan harus dibubarkan SK nya. Bahkan kami ingin PSSI tidak ada campur tangan dari luar, apalagi Asprov sudah berjuang 2 tahun menghadapi permasalahan dan kendala di organisasi PSSI. Dan dana Rp 2 miliar yang awalnya digunakan untuk tim 9 bisa dimanfaatkan untuk membangun fasilitas dan pembinaan," kata Ketua Asprov Kaltim, Yunus Nusi