Cilegon United Kampiun Divisi 1 2014
Cilegon United (CU) tampil sebagai Juara Divisi 1 Liga Indonesia 2014, usai mengalahkan Persibat Batang, lewat adu penalti dengan skor 3-0 (1-1). Pada laga yang digelar di Stadion Krakatau Steel Cilegon, Minggu (28/9), kedua tim berbagi skor imbang 1-1 di dalam waktu 90 menit waktu normal. Dengan begitu, kedua tim harus menjalani dengan drama adu penalti.
Di awal laga kedua tim bermain terbuka. Tuan rumah Cilegon United, sempat unggul lebih dahulu, melalui tendangan dari dalam kotak penalti, yang dilepaskan Hapidin.
Tidak mau tertinggal, Persibat batang mencoba memberi serangan ke jantung pertahanan CU, dan hasilnya, terjadi gol bunuh diri yang dilakukan oleh pemain CU, Arif Budiyono, melalui tandukannya.
Kronologis terjadinya bunuh diri itu adalah, ketika tim Persibat Batang membangun serangan dari sayap kiri, kemudian pemain Persibat Batang, melakukan crossing ke dalam kotak penalti. Berniat ingin menghalau, Arif Budiyono akhirnya menyarangkan bola ke gawang sendiri. Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan usai. Setelah itu laga dilanjutkan dengan drama adu penalti. Dan tuan rumah unggul 3-0.
Manajer Cilegon United, Yudhi Apriyanto, mengaku sangat bersyukur dengan torehan ini. "Luar biasa, juara Divisi Satu 2014 ini," kata Yudhi usai pertandingan.
"Ini merupakan torehan sejarah bagi masyarakat Cilegon, khususnya masyarakat Banten," tambahnya.
Lain halnya dengan pihak Persibat Batang, yang mengaku kecewa dengan kekalahan ini. "Saya kecewa dengan pertandingan tadi. Tapi saya tidak mau banyak bicara, silakan teman-teman menilainya sendiri saja, gimana jalannya pertandingan tersebut," sesal Ketua Umum Persibat Batang, Yoyo Riyo Sudibyo.
Selain itu, Yoyo Riyo Sudibyo yang juga menjabat sebagai Bupati Batang, Jawa Tengah itu, menyesalkan pertandingan tadi tidak disiarkan secara langsung oleh televisi.
Meski demikian, Yoyo Riyo Sudibyo, tetap bangga terhadap anak-anak asuhnya yang sudah berjuang untuk memperebutkan juara dan masuk dalam promosi divisi utama sepakbola Indonesia.
"Saya bangga sama anak-anak yang sudah berjuang, karena kami memakai sistem kekeluargaan, sehingga kita bisa lolos," tegasnya.
Kedua tim yang berlaga di final ini, memang berhak untuk promosi ke kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2015 mendatang.



